Suardi Saleh: Pengukuhan DPP KRKB WPLMPPB Teguhkan Nilai Luhur dan Kearifan Lokal

    Suardi Saleh: Pengukuhan DPP KRKB WPLMPPB Teguhkan Nilai Luhur dan Kearifan Lokal

    BARRU - Acara Gau Malebbi'na Kerukunan Rumpun Keluarga Besar Wija La Massellomo To Appaware Petta Ponggawa Bone Laoe Ri Luwu berlangsung di Saoraja Lapinceng, desa Balusu, kecamatan Balusu, kabupaten Barru, pada Ahad (27/10/2024).

    Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Barru H. Suardi Saleh, Datu Luwu Ke - 39, Raja Bone, Pemangku Kedatuan Soppeng, Addatuang Sawitto Pinrang, Addatuang Sidenreng, Karaeng Sempang dan Plh. Sekda Barru serta Pemangku Adat se Sulselbar dan undangan lainnya.

    Kegiatan ini dirangkaikan dengan Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kerukunan Rumpun Keluarga Besar (KRKB) Wija Puatta La Massellomo Petta Ponggawa Bone (WPLMPPB) Periode 2024 - 2029 oleh Andi Kumala Andi Idjo Daeng Sila Karaengta Lembang Parang Batara Gowa III Sultan Malikussaid Raja Gowa Ke XXXVIII didampingi Permainsuri Andi Hikmawati Petta Omba serta Bupati Barru.

    Bupati Barru menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini dan sangat bersyukur dan bangga bisa hadir dengan para Yang Mulia (YM), para Raja, Para Pemegang Lembaga Adat se Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).

    "Kehadiran kita di tempat ini selain untuk menjalin silaturahmi juga memperkuat rasa persaudaraan dan meneguhkan kembali nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur kita untuk kita jadikan contoh dan teladan dalam konteks kekinian baik dalam sosial kemasyarakatan maupun dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan", kata Suardi Saleh.

    Dikatakan, kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk menapaktilasi bukti sejarah masa lalu bahwa sebelum terbentuk NKRI pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang menyelenggarakan pemerintahan secara otonom dalam bingkai nusantara.

    Dijelaskan, sebagaimana dalam logo Kab.Barru terdapat 4 (empat) Payung tertutup yang berarti ada 4 kerajaan yang menyatu dalam pembentukan daerah Kab.Barru yakni, Kerajaan Tanete, Kerajaan Barru, Kerajaan Balusu, dan Kerajaan Nepo.

    "Dan diantara 4 kerajaan tersebut hanya Kerajaan Balusulah yang Saorajanya masih berdiri bertahan awet sampai saat ini yaitu Saoraja Lapinceng tempat acara kita pada hari ini", terangnya.

    "Saoraja Lapinceng yang dibangun pada tahun 1890 oleh Raja Balusu terakhir Andi Muhammad Saleh Dg. Parani Arung Balusu kemudian ditetapkan sebagai salah satu Cagar Budaya Republik Indonesia pada tahun 1999 adalah saksi kebesaran dan kejayaan Kerajaan Balusu pada masanya dan bukti sejarah yang berdiri tegak sampai saat ini yang harus bisa kita jaga dan rawat", tambahnya.

    Bupati menuturkan, kegiatan ini adalah wadah yang dapat menggalang kesadaran kita untuk berkomitmen betapa pentingnya menjaga warisan budaya, etika, dan adat istiadat yang telah menjadi bagian dari identitas kita sebagai masyarakat Kab.Barru yang beradab dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan tradisonal.

    "Kami sebagai pemerintah sangat mendukung kegiatan yang memperat hubungan kekeluargaan keluarga besar, seperti kegiatan ini karena merupakan pondasi terbangunnya masyarakat yang harmonis. Kami berharap kerukunan dan kebersamaan ini dapat terus menginspirasi kita dalam mewujudkan masyarakat yang berbudaya, berbudi pekerti luhur dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah", sebutnya.

    Bupati Barru menaruh harapan untuk memanfaatkan moment ini untuk saling bertukar pikiran, memperat kerja sama, dan membangun sinergi, dan berperan bersama dalam menjaga dan melestarikan nilai adat serta membantu pembangunan daerah kearah yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat.

    Pada bagian ini Bupati Barru memaparkan bahwa bentuk perhatian Pemkab Barru pada  pembangunan bidang kebudayaan dapat dilihat dengan beberapa pencapaian.

    Pencapaian yang pertama Katanya, dengan ditetapkannya 4 Desa di Kab.Barru sebagai Desa Kemajuan Kebudayaan oleh Mendikbudristek yaitu pada tahun 2021 Desa Paccekke, Desa Binuang, Desa Pujananting dan pada tahun 2024 Desa Pancana.

    Kemudian yang kedua lanjutnya adalah telah ditetapkannya 4 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Mendikbudristek yakni pada tahun 2021 Tari Sere Api, Maddoja Bine, Marakka Bola dan ditahun 2023 Mattojang Paccekke.

    Diakhir sambutannya, Bupati Barru menitip beberapan harapan sebagai Pemkab Barru yakni, persatuan dan kebersamaan dalam kerukunan WPLMPPB bisa terus terjaga dan menjadi simpul spirit serta mitra bagi pemerintah dalam pembangunan.

    Kemudian yang kedua, kegiatan Gau Mallebi ini bisa menjadi event budaya tiap tahun dan menjadi event kearifan lokal yang dapat menjadi salah satu  WBTB Republik  Indonesia

    Selanjutnya, dalam perspektif seni dan pariwisata kedepan, event Saoraja Lapinceng dapat diarahkan untuk daya tarik wisata dengan mengedepankan unsur-unsur tradisional yang memiliki atraksi budaya, story telling, yang bisa bercerita tentang sejarah besar Kerajaan Balusu di masa lalu bagi wisatawan yang berkunjung.

    "Terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan acara adat ini yang kedua kalinya, semoga Allah senantiasa meridhoi niat baik kita", pungkasnya.

    Sebagai tambahan adapun Susunan DPP KRKB WPLMPPB Periode 2024-2029 sebagai berikut :
    - Ketua Umum : H.Andi Bau Mappasessong Pawwelangi, SE
    - Sekretaris Umum : Muhammad Ashar Andi Bintang
    - Bendahara Umum : Dra. Andi Senniwati, M.Ag

    barru sulsel
    Muh. Ahkam Jayadi

    Muh. Ahkam Jayadi

    Artikel Sebelumnya

    Bupati Barru Hadiri Gau Malebbi'na Kerukunan...

    Artikel Berikutnya

    Bupati Suardi Saleh Hadiri Maulid di Lapangan...

    Berita terkait